Helm (Tempur) Tentara Amerika Dibuat dari Kain

Apakah yang akan anda jawab bila teman anda bertanya kepada anda, “Terbuat dari apakah helm yang paling kuat di dunia saat ini?”

Baja? Besi? Aluminium? Titanium? Atau bahan lain?

Teknologi per-helm-an, bahasa bebasnya, dewasa ini mengalami perubahan yang radikal. Melampaui batas nalar yang pernah dijangkau manusia awam. Dulu, dulu sekali, orang berpikir tentang perlindungan bagi kepala para tentara, di medan tempur. Tentunya besi menjadi bahan yang sesuai, pada saat itu. Berbahan kuat, keras, dan bisa dipake masak air pas butuh (loh ? :p)

Tapi, helm dari besi membuat tentara terlihat seperti ksatria Inggris kuno yang kesiangan pergi perang. Mengenakan ‘Topeng Zirah’ tanpa ‘Baju Zirahnya’. Berat. Dan tentu saja tidak nyaman.

Sekarang, teknologi memutar-balikkan kepala (nalar) manusia. Termasuk saya, ketika pertama kali menulis blog tentang Helm ini. Bahan dasar pembuat helm tidak lagi berasal dari benda sekeras besi (atau bahkan baja) yang bisa dirombengkan di penjual besi bekas setelah perang usai ;D

Helm terbaru, dengan teknologi ultra-modern membuat Helm dengan bahan dasar Kain. Ya kain!

Tentunya, anda bertanya kain apa? Apakah sama dengan kain bahan kaos saya ini?

Hahaha, ndag-lah.. Gambar yang anda lihat bukanlah gulungan kain biasa. Tapi Kain Kevlar! Sejenis Polyaramide (sejenis kain sintetis) yang sering digunakan sebagai bahan rompi anti peluru. Tapi denger-denger nih ya, serat kevlar itu kekuatannya hanya sepersepuluh kekuatan jaring laba-laba (diukur dalam diameter yang sama). Tapi topik kita kali ini bukan tentang Kevlar & Sarang laba-laba. Mungkin dalam postingan saya berikutnya kita ulas.

Kembali ke masalah helm, pertanyaan berikutnya, bagaimana bisa kain dijadikan sebagai bahan helm? Apa sekedar dipake kayak sorban (penutup kepala)? Ato gimana?

Pembuatan helm kevlar ini cukup lama. Satu buah helm membutuhkan 130 pola potongan kain (seperti gambar di bawah). Satu buah helm Kevlar juga dibuat dari 20 lapis kain Kevlar yang dimampatkan dengan Getah Damar (nah kan, bahan alami lagiJ) yang dipanaskan pada suhu tinggi. Tumpukan kain di atas, nantinya akan ditumpuk-tumpuk lagi jadi kayak gini.

Kain yang sudah ditumpuk-tumpuk tadi disatukan di dibentuk melengkung seperti mangkok terbalik. Biar mudah bayanginnya, lihat gambar di bawah.

‘mangkok-mangkok’ ini berikutnya akan dicetak lagi dengan mesin pencetak helm (ya iyalah, bukan pot..) dan dipanaskan dalam suhu 180 ®C. Setelah dicetak, pinggiran ‘kain’ tadi dibersihkan dari serabut-serabut serat Kevlar.

Tahapan berikutnya, helm Kevlar (yang sudah keras) tadi, diperidah dan dipernyaman dengan memasang karet, tali dan cat luar. Yang nantinya akan menjadi seperti ini.

Selesai! Helm kain saya sudah jadi!!😀

Benarkah? Sayangnya, orang Amerika tidak akan semudah itu mengeluarkan ‘barang dagangannya’ tanpa melalui proses ‘Ujian terakhir’. Ujian terakhir ini yang akan menentukan apakah Helm yang dibuat berfungsi sebagaimana kodratnya. Untuk melindungi kepala tentara, dari lemparan tape! Hahaha, ya jelas lah bukan. Tapi melindungi kepala dari peluru.

Ujian terakhir yang dimaksud adalah dengan menembakkan peluru ke Helm tersebut. Kalo peluru tidak menembus helm, ya berarti lolos ujian terakhir dan siap dipake perang.

Ujian tembak ini menggunakan peluru kaliber 5,5 (Busyet dah) dengan jarak tembak pendek (10 meter kayaknya). Dan you know what? Pelurunya gak nembus ke helm. Bahkan ‘ditangkap’ oleh helm Kevlar itu.

Perusahaan pembuatnya, Armor Holdings, di Scranton, Pensylvania mengungkapkan bahwa selama 150.000 pengujian terakhir tidak ada  yang mengalami kegagalan produk. Yang berarti setiap helm tidak bisa tertembus oleh peluru-peluru. Hebat yah😀

wah wah, tunggu saja..

Suatu saat, bisa jadi, Tank anti peluru Amerika juga terbuat dari kain Kevlar ya😀

 

Helm (Tempur) Tentara Amerika Dibuat dari Kain

 

Apakah yang akan anda jawab bila teman anda bertanya kepada anda, “terbuat dari apakah helm yang paling kuat di dunia?”

Baja? Besi? Aluminium? Titanium? Atau bahan lain?

Teknologi per-helm-an, bahasa bebasnya, dewasa ini mengalami perubahan yang radikal. Melampaui batas nalar yang pernah dijangkau manusia awam. Dulu, dulu sekali, orang berpikir tentang perlindungan bagi kepala para tentara. Tentunya besi menjadi bahan yang sesuai, pada saat itu. Tapi, helm dari besi membuat tentara terlihat seperti ksatria Inggris kuno yang mengenakan Topeng Zirah tanpa Baju Zirahnya. Berat. Dan tentu saja tidak nyaman.

Sekarang, teknologi memutar-balikkan kepala (nalar) manusia. Termasuk saya, ketika pertama kali menulis blog tentang Helm ini. Bahan dasar pembuat helm tidak lagi berasal dari benda sekeras besi (atau bahkan baja) yang bisa dirombengkan di penjual besi bekas setelah perang usai ;D Helm terbaru, dengan teknologi ultra-modern membuat Helm dengan bahan dasar Kain. Ya kain!

Tentunya, anda bertanya kain apa? Apakah sama dengan kain bahan kaos saya ini?

Hahaha, bukanlah.. Gambar yang anda lihat bukanlah gulungan kain biasa. Tapi Kain Kevlar! Sejenis Polyaramide yang sering digunakan sebagai bahan rompi anti peluru. Tapi denger-denger nih ya, serat kevlar itu kekuatannya hanya sepersepuluh kekuatan jaring laba-laba (diukur dalam diameter yang sama). Topik kita kali ini bukan tentang Kevlar & Sarang laba-laba. Mungkin dalam postingan saya berikutnyaJ

Kembali ke masalah helm, pertanyaan berikutnya, bagaimana bisa kain dijadikan sebagai bahan helm? Apa sekedar dipake kayak sorban (penutup kepala)? Ato gimana?

Pembuatan helm kevlar ini cukup lama. Satu buah helm membutuhkan 130 pola potongan kain (seperti gambar di atas). Satu buah helm Kevlar juga dibuat dari 20 lapis kain Kevlar yang dimampatkan dengan Getah Damar (nah kan, bahan alami lagiJ) yang dipanaskan pada suhu tinggi. Tumpukan kain di atas, nantinya akan ditumpuk-tumpuk lagi jadi kayak gini.

Kain yang sudah ditumpuk-tumpuk tadi disatukan di dibentuk melengkung seperti mangkok terbalik. Biar mudah bayanginnya, lihat gambar di bawah.

‘mangkok-mangkok’ ini berikutnya akan dicetak lagi dengan mesin pencetak helm (ya iyalah, bukan pot..) dan dipanaskan dalam suhu 180 ®C. Setelah dicetak, pinggiran ‘kain’ tadi dibersihkan dari serabut-serabut serat Kevlar.

Tahapan berikutnya, helm Kevlar (yang sudah keras) tadi, diperidah dan dipernyaman dengan memasang karet, tali dan cat luar. Yang nantinya akan menjadi seperti ini J

Selesai! Helm kain saya sudah jadi!!😀

Benarkah? Saya orang Amerika tidak akan semudah itu mengeluarkan ‘barang dagangannya’ tanpa melalui proses ‘Ujian terakhir’. Ujian terakhir ini yang akan menentukan apakah Helm yang dibuat berfungsi sebagaimana kodratnya. Untuk melindungi kepala tentara, dari lemparan tape! Hahaha, ya jelas lah bukan. Tapi melindungi kepala dari peluru. Ujian terakhir yang dimaksud adalah dengan menembakkan peluru ke Helm tersebut. Kalo peluru tidak menembus helm, ya berarti lolos ujian terakhir dan siap dipake perang.

Ujian tembak ini menggunakan peluru kaliber 5,5 (Busyet dah) dengan jarak tembak pendek (10 meter kayaknya). Dan you know what? Pelurunya gak nembus ke helm. Bahkan ‘ditangkap’ oleh helm Kevlar itu.

Perusahaan pembuatnya, Armor Holdings, di Scranton, Pensylvania mengungkapkan bahwa selama 150.000 pengujian terakhir tidak ada  yang mengalami kegagalan produk. Yang berarti setiap helm tidak bisa tertembus oleh peluru-peluru.

Suatu saat, bisa jadi, Tnk anti peluru Amerika juga terbuat dari kain Kevlar ya😀

 

About Taufan

Ingatlah, angin itu akan selalu berhembus!

Posted on 17 Maret 2011, in Teknologi and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Brother Group .Co

    wah..keren bangaet nech proses pembuatannya.

  2. Brother Group .Co

    posted by : Brother Group .Co ( Service & Laundry Helmet )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: