Andai Muhammad Punya Fesbuk..

Cerita ini hanya fiktif belaka. Tanpa maksud buruk apapun. Apalagi merekayasa sosok Nabi Muhammad SAW. Sang pencerah dan perintis agama Islam. Cerita hikmah ini semoga menjadi renungan bagi kita semua, khususnya para muslim sedunia. Betapa wajah islam saat ini sangat berbeda. Sangat terpuruk. Jauh dari kata maju. Semoga memberi hikmah J

Bermula pada suatu kisah, ketika Muhammad memiliki akun fesbuk. Satu buah, seperti rata-rata kita saat ini. Di sana, beliau menyampaikan apa saja yang dikerjakannya, untuk membesarkan islam tentunya. Muhammad sangat rajin untuk mengupdate status, mengajak semua teman-temanny, para muslim, untuk mengamaliahkan ajaran islam. Mengajarkan islam kepada yang selain. Secara ilmiah dan bil-hikmah.

Fesbuk Muhammad sangat populer. Ratusan bahkan jutaan muslim, dari seluruh dunia, menjadi temannya. Muslim-muslim yang taat, pikir Muhammad kala itu. Selalu mendukung setiap kegiatn dakwah Muhammad. Menyebarkan islam kemanapun.

Suatu hari Muhammad menulis di statusnya:

“Hari ini aku akan mendakwahkan islam. Aku akan berdakwah kepada masyarakat Madinah”

10 menit berselang, status Muhammad banyak menarik komen.

“Semangat Nabi!” salah satu komennya

“Kami akan mendukungmu selalu” komen yang lain

“Saya berdoa kepada Allah agar Nabi diberi kesabaran dan kekuatan” komen yang lain lagi. Dan masih banyak komen lain. Terhitung belasan telah masuk. Pada beberapa jam setelah status Muhammad ditulis, tidak kurang dari 14 komen muncul. Tak hanya itu, puluhan Muhammad, para muslim me-Like stattus Muhammad ini. Muhammad pun berdakwah ke Madinah. Dengan hati yang riang. Dengan bangga, merasakan dukungan dari para teman-temannya.

Selepas dakwah di Madinah, Muhammad kemnbali mengupdate statusnya, “Alhamdulillah, dakwahku berhasil. Teman-teman, terima kasih dukungannya ya”

Sekali lagi, status Muhammad dipenuhi oleh dukungan, doa dan sanjungan dari teman-temannya. Mereka juga me-like status Muhammad.

Dakwah Muhammad semakin berhasil. Banyak muslim yang akhirnya menjadi temannya di fesbuk. Semua selalu mendukung Muhammad dalam berdakwah. Membesarkan Islam.

 

-oOo-

Suatu kali menulis lagi statusnya, “Saudaraku para muslim, apa yang sedang kalian lakukan hari ini?”

Dalam waktu singkat semua mengkomen status Muhammad.

“Kami sedang mengaji ya Rosul”

“Kalo saya sedang bersembahyang di masjid Nabi” sahut di komen lain

“ saya sedang berdebat dengan orang kafir, dan saya berhasil menyadarkannya” kata yang lain

“Saya sedang membantu berdakwah di kampung Nabi” dan banyak lagi komen  yang lainnya.

Yang membuat hati nabi berbunga-bunga. Bangga. Umat muslimnya semanbgat sekali membesarkan islam.

Kian lama, kian banyak saja umat islam yang mau menjalankan perintah islam. Nabi pun makin senang. Merasa bahwa umat-umatnya telah sadar, nabi pun mengurangi intensitasnya bermain fesbuk. Mulai mengurangi status yang diupdatenya. Makin lama makin berkurang. Hingga tidak menulis status sama sekali. Lama, dalam waktu yang sangat lama sekali.

 

-oOo-

Ratusan, bahkan tibuan tahun Muhammad tidak melihat fesbuknya. Pada masa kini, tahun 2010, nabi ingin sekali membuka fesbuknya. Ingin menyapa teman-temannya yang jumlahnya jutaan bahkan ratusan juta. Ingin menanyakan, apa sajakah yang mereka kerjakan selama ini untuk islam.

Nabi membuka statusnya di tahun 2010 ini dengan satu kata, “Assalamualaikum”

Nabi membayangkan akan banyak sekali jawaban waalaikum salam yang muncul. Ratusan ribu bahkan jutaan teman-temannya akan membalas salamnya.

Nabi menunggu, dengan cukup lama. Selang 15 menit ada satu komen masuk,

“waalaikum salam” kata dalam komen tersebut.

Lama sekali, pikir nabi. Tapi tak apalah sabar dulu, mungkin teman-teman sedang mengerjakan ibadah atao berdakwah. Nabi berpositif thinking. Namun, harapaannya tak kunjung  terpenuhi. Harapannya mendapat jutaan balasan nyatanyay tak tercapai. Hanya 100an orang saja yang menjawab salamnya. Itupun selama 2 hari Nabi menunggu.

Nabi mulai merenung, bertanya kepada dirinya. Ada apa dengan umatku saat ini? Ahh, mungkin mereka masih sisbuk untuk berdakwah, hingga lupa fesbukan. Pikir nabi, positif.

Minggu berselang, Muhammad mengupdate status lagi. “Hari ini aku akan berdakwah teman-teman. Doakan ya J”

Kalau dulu, status semacam ini, dalam waktu sejam saja akan mendapat ratusan ribu komen. Tapi sekarng sungguh berbeda. Amat sangat berbeda. Selama seharian menunggu, hanya 14 komen saja yang masuk. Dang me-like pun tak lebih dari 36 orang. Sedikit sekali, pikir Nabi. Kemanakah para umat muslim yang begitu banyak jumlahnya?

Dengan penasaran, Nabi menulis di wall teman-temannya. Semua orang dia tanyai. “sedang apakah kalian? Apakah yang sudah kalian lakukan untuk islam hari ini?”

Menunggu wall di respon adalah yang yang menjenuhkan. Seharian telah berlalu, baru 8 wall yang dibalas. Isinya demikian:

“hehehe, maaf nabi saya tadi masih sekolah. Sehingga belum ngapa-ngapain untuk islam” wall pertama

Wall kedua beda lagi, “saya capek nabi, habis main band sama teman-teman. Hari ini saya istirahat dulu ya?”

“Iya nabi, saya lupa :p soalnya tadi di mall, dan saya gak denger kalo ada adzan. Sekali aja loh nabi, gpp ya..”

“Saya ada lembur di kantor, jadi gak bisa berbuat apa-apa dulu buat islam. Sudah dulu ya, dadahh..” wall lainnya

“Kerjaan saya banyak banget nabi. Jangankan untuk memikirkan islam, memikirkan diri sendiri saja sulit” wall terakhir di hari itu

Makin hari nabi menunggu balasan dari wall-wall itu. Semua sama saja. Balasan komen mereka tak ada yang melegakan. Mungkin hanya 1 dari ribuan yang masih punya keinginan untuk membesarkan islam.selainnya tidak.

Makin miris hati nabi melihat & membayangkan bagaimanakah wajah generasi islam saat ini. Sesekali nabi melihat apa status dari para teman-temannya, para muslim:

“Lagi di Mall nih sama pacar” status pertama

“Enaknya habis traktiran sama temen-temen” status lainnya

“kerjaan kantor menumpuk.  Lembur lagi nih bakalan” status lainnya lagi

Hampir semua statusnya begitu. Lebnih banyak teman-teman yang sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Yang tidak berhubungan dengan membesarkan islam.

Foto-foto mereka pun tak kalah parahnya. Tak da lagi hijab! Dengan bangganya memamerkan aurat! MasyaAllah, jerit nabi dalam hati. Berbeda sekali wajah islam saat ini..

Berhari-hari nabi terlarut dalam renungannya. Menanyakan apa sebabnya generasi islam masa kini jadi seperti ini. Setiap malam dia menangis. Hari-hari nabi selalu diisi dengan kesedihan. Berdoa kepada Allah untuk memberikan hidayah.

 

-oOo-

Ya Allah, Tuhan yang Maha Bijaksana..

Berilah hamba petunjuk. Sebaba apakah yang menjadikan wjah islam menjadi seperti ini.

Ya Allah, Tuhan yang Maha Mengetahui..

Engkau tahu, akulah yang salah. Akulah yang meninggalkan umat-umatku cukup lama. Aku tidak bisa membimbing mereka setiap hari ya Allah..

Ya Allah, Tuhan yang Maha Adil..

Sesungguhnya, umat-umatku hanya khilaf. Mereka tidak tahu tentang apa yang seharusnya mereka lakukan untuk Islam. Perjuangan Islam memang berat ya Allah..

Ya Allah, Tuhan yang Maha pemberi maaf..

Maafkanlah mereka, umat-umatku. Berilah mereka umur yang panjang, berilah mereka kemurahan rezeki, berilah mereka kesehatan. Mungkin kelak mereka akan mendapat hidayah dan kembali menuju jalanmu ya Allah.

Ya Allah, Tuhan yang Maha Pemurah..

Janganlah engkau siksa umat-umatku. Aku yakin mereka tidak akan sanggup menahan deritanya siksamu kelak.

Ya Allah, Tuhan yang Maha Pendengar..

Dengarkanlah doa hambamu ini. Amien..

 

Doa Muhammad kepada Allah, pada hari terkahir dia membuka fesbuk. Dia menulisnya di dalam notenya. Hanya satu saja isi notenya. Muhammad berharap, kelak setelah dia meninggal, akan ada sekelompok orang yang membaca notenya. Dan berusaha kembali membangun kejayaan Islam, dari awal.

Terinspirasi dari cerita seorang teman;)


About Taufan

Ingatlah, angin itu akan selalu berhembus!

Posted on 25 Maret 2011, in Cerita Hikmah and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. wah Muhamad e dipersonalisasi kaya Taufan aeh.. hweheehehe….

    cerita fiksi yang menyiratkan; sesuatu yang rahasia aeh gimana… hwehehehehee…😉

  2. hmm… i got what u mean bro..

    jd kesindir nih🙂

  3. Potret Umat saat ini sperti itu, pastinya sang Nabi sangat sedih melihat tingkah kita saat ini. dengan berbagai alasan meninggalkan kewajiban terhadap islam….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: