Budaya Organisasi #0: Sambutan dari yang Punya Hajat

Bulat sudah, niat saya untuk mengusung tema ini ke blog (saya)!:)

Dari proses hitung-hitungan yang cukup panjang, baik dari sisi etis maupun efek resiko (pikiran, tenaga, waktu, jumlah penggemar [loh? :p]), akhirnya saya meluncurkan blog bertema (ato lebih tepatnya berjudul) Budaya Organisasi ini. Tema ini, rencananya, saya kupas bukan dari kajian budaya apakah yang ada dalam organisasi tertentu, tapi lebih pada kedudukan Budaya Organisasi dan proses pembangunannya.

Sudah banyak terbahas? Sudah banyak buku yang mengulas hal yang sama? Tentu saja!
Kamu semua gak perlu masuk ke blog ini, dan baca ulasan tentang Budaya Organisasi di sini, kalo kamu sudah puas dengan konsep-konsep yang ada di luar. Lagi pula, ulasan Budaya organisasi di sini juga saya ambil positioning sebagai ulasan Budaya Organisasi Sosial, bukan bisnis sebagaimana yang banyak dikupas di luaran.

Apa bedanya? Baca aja nanti ulasan-ulasan saya :p

Apa yang mendorong saya menulis tema ini? Yang pertama, karena saya memang suka menulis🙂 hasil tulisan-tulisan saya cukup banyak loh, namun gak sempet publikasi aja jadi gak banyak yang tau. Kedua, karena kebetulan saja pada waktu-waktu ini saya lagi mendalami tema Budaya Organisasi. Biasa-lah tuntutan pekerjaan. Ketiga, saya pengen berbagi ilmu sama kamu-kamu semua, teman-teman saya:) karena, saya ingat betul nasehat ustad saya pas SD dulu:

“Ketika anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah semua (sumber) pahalanya, kecuali 3 hal: 1. Amal jariyah, 2. Ilmu yang bermanfaat (diamalkan atau disebarkan) dan 3. Doa anak soleh” Hadist riwayat Bukhori-Muslim.

Dikira cari popularitas? Terserah lah orang bilang apa. Mending cari popularitas lewat tulisan ilmiah kayak gini dari pada upload lypsing ato pake lagu-lagu norak-lucu macam Udin Sedunia (ini lagu ancur banget, masak lirik-liriknya nyebutin nama-nama udin yang menunjukkan karakter khas mereka). Udin yang paling awal namanya Awaludin, udin yang suka ke WC namanya Tahiludin!

Tulisan saya bebas dari kritik? Tentu saja tidak. Namanya manusia yang punya kodrat relative, tentu apa yang disampaikan juga masih bernilai relative. Bisa salah, bisa benar. Karena itu, bila merasa tulisan saya benar, ya benarkan. Tapi kalo tulisan saya ada yang salah, ya benarkan juga :p maksudnya kasih masukan (saya lebih suka pake kata masukan daripada kritik, kedengaran lebih manusiawi) yang tepat untuk membuat tulisan yang salah tadi jadi benar:)

Pengen tau terus update dari blog saya? Gampang saja, kamu semau tinggal subscribe (langganan) blog ini. Ora bayar blas! Cuma butuh masukin email, buat kirim notifikasi kalo ada tulisan baru di blog saya ini.

Akhir kata, karena tulisan ini sifatnya masih basa-basi dulu, semoga tulisan dengan tema Budaya Organisasi yang akan saya luncurkan ini bisa bermanfaat bagi semua orang, semua masyarakat, semua organisasi, semua perusahaan dan seluruh dunia:)

Billahitaufik wal hifayah, war-ridho wal inayah. Jazakumullahu khiron katsiro. Wassalamualaiku warahmatullahi wabarokatuh..

Seketika itu juga para hadirin menjawab salam, riuh. Mereka bertepuk tangan, riuh lagi. Saya turun dari mimbar. Lalu dijabat sama pak RT, sambil senyum, serya bilang “Terima Kasih Sambutannya, Pak Taufan!”. Sama-sama Pak RT, jawab saya.

>> Geje Mode ON -_______-“

About Taufan

Ingatlah, angin itu akan selalu berhembus!

Posted on 25 Maret 2011, in Budaya Organisasi, Manajemen & Organisasi and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. aku siap dan akan senang menerima up date tulisanmu🙂

  2. hehehe…mantab2,terus berkarya blow🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: